Kamis, 10 April 2014

SEKADAR CELOTEH

SEKADAR CELOTEH



CELOTEH SATU
Nyata: Jodoh adalah jika wanita (istri) terbuat dari tulang rusuk pria (suami)
Dengan kata lain pria akan diciptakan terlebih dahulu setelah itu wanitanya
Lalu bagaimana dengan fenomena yang terjadi jika pria (suami) lebih muda dari wanita (istri)
Apakah mereka sebenarBenarnya Jodoh?
Karena pepatah bilang Jodoh tak kan tertukar. Lalu fenomena itu namanya apa?

CELOTEH DUA
Nyata: Wanita (istri) terbuat dari tulang rusuk pria (suami)
Lalu bagaimana dengan fenomena poligami?
Apakah tulang rusuk pria hilang lebih dari satu?
Kalau tidak lantas wanita itu terbuat dari tulang rusuk siapa?
Jika memang manusia diciptakan berpasangan, mengapa ada yg berpasangan lebih dari satu?

CELOTEH TIGA
Mengapa kata cinta digabung menjadi satu dengan kata jatuh =JATUH CINTA
Jatuh itu sakit, cinta itu menurut orang menyenangkan. Lalu jatuh cinta? kata itu seakan mengingatkan kita untuk bersiap. SiapSiap sakit karena terjatuh, apalagi kalau dari ketinggian cinta. Tapi lihatlah kata cinta diletakkan pada kata kedua. Maka ingatlah setelah terjatuh kau harus membangun cinta lagi. Entah dengan orang yg sama atau berbeda.

CELOTEH EMPAT
Bodoh itu bilang aku bahagia kalau kamu bahagia. Kebahagiaan itu masingMasing dan jangan bilang dicampakkan itu bahagia. Sakit campak aja minta ampun kok, apalagi dicampakkan. Harusnya bilang kalau aku akan lebih...lebih...lebih bahagia seribu kali lebih bahagia dibanding kamu.

CELOTEH LIMA
Pernah menyalahkan dia karena memasuki kehidupanku. Tapi yakin jika ia hanya ditakdirkan singgah dan mengubahku sedikit lebih baik maka sebatas itulah jodoh dari Tuhan. Dan jika yang memasukkan dalam kehidupanku adalah Tuhan, bagaimana bisa aku membencinya dan menyalahkannya? Karena kalau aku membenci dan atau menyalahkannya sama halnya aku menyalahkan Tuhan. Maka aku terima semua garis lurus, kelok, dan atau mungkin melingkar ke titik awal. Karena itu garis milik Tuhan. Yakin, Tuhan punya banyak cara membuat kita jauh lebih baik. Jika disentil tidak bisa maka akan dipeluk.

Rabu, 09 April 2014

CORETAN RUSUK

CORETAN RUSUK

Pada suatu pagi...
Aku melihat dua gadis kecil lewat jendela 60 X 20 cm. Gadis Pertama aku patok berumur 5 tahun, seumuran anak TK dan yang satunya dengan rambut ikal pendek aku patok 2 tahun.

Perjalanan yang masih amat panjang jika dalam lauhul mahfuzh dituliskan dia akan mengalami kehidupan lengkap sebagai manusia. lain cerita jika benang kehidupan mereka pendek. Akan tetapi, jika semua berharap umur panjang maka aku patok dua gadis kecil itu akan mengalami masa sekolah, kuliah, lulus, menikah, untuk kemudian beranak pinak dan mati karena digerogoti waktu.


Maka seperti yang digariskan Tuhan jika setiap gadis nantinya akan dibeli oleh pemiliknya dengan mahar aku mengingat bahwa kehidupan kadang tak senyaman yang dipikirkan. Tidak akan pernah tahu siapa lelaki yang akan menikahi gadis itu. Entah bejat atau bermartabat, entah payah atau kaya, entah penyayang atau suka perang?

Hanya sebatas pendengaran tentang sebuah percakapan seseorang yang anak gadisnya baru saja menikah dan melahirkan bayi, yang sebut saja prematur. Mertua itu mengutuk menantunya yang seenaknya sendiri, bahkan sayup kudengar ia ingin anaknya bercerai. Lelaki itu baginya benalu sebagai menantu yang tak tau malu dan tak bertanggung jawab ini itu.

Masih mengamati dua gadis kecil dengan senyum riang tanpa penghalang. Kadang kembali pada fase dua gadis kecil yang riang tanpa uang adalah kenikmatan. Lagi kulihat senyumnya dan lantas bayangan berpuluh tahun ke depan menyelinap. Saat mereka nantinya dibeli dengan mahar. Dan lagi tak ada yang tahu apakah senyum itu akan menguncup atau semakin mekar.

Aku tinggalkan dua gadis kecil yang tak patut aku gambarkan ke depannya karena aku bukan Tuhan. Aku kembali pada diriku yang selalu mengarang hari depan yang aku tak tahu barang sejengkal.

Lalu jika mahar telah membeliku apa yang kemudian terjadi? Maka aku katakan "Karena rusukmu kujaga baik selama ini maka perlakukanlah dengan baik pula jika ia kembali padamu dengan sebutan istri."

Kamis, 03 April 2014

MAKO, TOKOH DALAM BUS



MAKO, TOKOH DALAM BUS

Tentang pertemuan pertama yang tak tahu apakah akan berlanjut. 

Riuh, sesak, sumpek, macet, dan upacara hari Senin di dalam bus. Tepat ketika aku menjejak tangga pertama menaiki bus itu, mungkin pula ada jodoh berupa saudara yang ditawarkan Tuhan.

Seorang lelaki berbaju PDL satu langkah setelahku menjejakkan kaki pula pada bus yang ku tumpangi. Kondektur menyangka kita bersama, “Oh tidak”, bahkan kami tak pernah bersua sebelumnya bagaimana bisa dia bilang kami bersama. Lalu membayar dan karcis Mako diangsurkan padaku oleh kondektur. Polos bagai Pos, aku perantara karcis dari kondektur ke Mako dibarengi simpul ujung bibir kami.

Tidak ada hati atau jantung yang berdetak tak lazim. Hanya saja otak mengarang selalu saja datang sehingga banyak scenario tercipta. Berdiri dalam sebuah bus peterjang kemacetan jalan membuat kau bisa saja jatuh atau salah menyentuh. Jika kau bayangkan ini film Korea, maka akan terasa begitu manis. 


Mako tepat di sampingku jika aku menghadap ke samping. Tepat di belakangku jika aku menghadap ke depan. Maka ketika rem dengan sangat kasar dijejak sopir, tanganku yang tak bersalah memegang bahu bangku agar tak terjatuh. Di sana ada tangan Mako. Toleh lalu simpul lagi pada bibir setelah cepat aku pindahkan tangan.


Senin, 17 Maret 2014

HOCUS POCUS FOCUS MEUS

HOCUS POCUS FOCUS MEUS



Pernah lihat sulap?
Pernah lihat hipnotis?
Pernah lihat mentalist?
Atau mungkin pernah tersugesti. Setiap orang yang hidup sampai detik ini pasti memiliki sugesti. Paling tidak mereka pasti punya harapan untuk hari besok, besoknya lagi, besoknya lagi-lagi, dan seterusnya. 

Pernah jatuh?
Pernah ngerasa terpuruk?
Pernah ngerasa jadi orang bodoh di dunia hanya karena kesalahan satu? Jawabannya pasti pernah. Dan lalu apa yang kamu lakukan? Diam, termenung, atau bahkan bunuh diri (nah pilihan terakhir membuktikan bahwa kamu memang bodoh).

Oke. Saat kamu ngerasa bodoh oleh satu hal, entah milih pacar salah, nggak bisa ngerjain ujian, nggak bisa ngegampar orang yang udah nyakitin kamu atau bahkan nggak bisa kentut yang kamu lakuin adalah.

HIMPUN KEBAIKAN! Menghimpun hal-hal yang udah kamu lakuin dengan tepat. Jangan pernah menghimpun kesalahanmu yang lain karena akan membuatmu makin terpuruk.

CARI KESIBUKAN! Bukan berarti kamu harus bantingBanting barang dan lalu kamu bersihin (bodoh.lagi). Bersihin kamar kamu dari kenangan sama mantan atau orang yang pehape.in kamu (kalau mau move on). Nulis dan kirimin ke majalah bisa jadi duit. Atau apa ajalah yang penting bisa lupa. Atau mulai gila kerja, tambah jam kerja, pulang rumah langsung bobo.

CIPTAIN SUGESTI. Jangan terus-terusan nyalahin diri kamu kalau melakukan kesalahan, karena kamu akan terus menggali kejelekanmu. Mulai cintai dirimu, fokus hanya pada dirimu (bukan berarti egois). Ciptain sugesti positif bahwa kamu bisa. Kalau gue nyiptain satu mantra Hocus_Pocus_Focus_Meus.


Terjatuh itu biasa yang luar biasa adalah bagaimana bisa bangkit dan berjalan terus dengan tersenyum.


Semua berjalan dengan baik jika sugestimu baik. Kalau kamu kuat Allah juga bakalan bantu kamu dalam segala kebaikan… asal dalam hal kebaikan lhoo. Ingat cintai dirimu…cintai dirimu…cintai dirimu…cintai diri sendiri. HOCUS POCUS FOCUS MEUS.

Senin, 10 Maret 2014

KORUPSI


KORUPSI

Judul                           : KORUPSI
Pengarang                   : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit                       : Hasta Mitra
Tahun terbit                 : 2002
Kota terbit                   : Jakarta
Jumlah halaman           : 160 halaman

            Bakir adalah pegawai yang mempunyai empat anak. Belakangan ia sadar bahwa gajinya kurang untuk menghidupi keluarga dan dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan korupsi. Istrinya, Mariam telah melarang Bakir, namun ia tetap bersikeras. Karena merasa terusik Bakir pun pergi meninggalkan rumah dan menikah dengan Sutijah yang masih muda.
            Bakir yang menjadi kaya karena menjadi koruptor itu mulai salah arah hidupnya. Ia juga dihantui rasa takut oleh orang disekitarnya yang dianggapnya dapat membahayakan dirinya, terutama Sirad asisten Bakir.
            Sutijah yang dahulu lugu menjadi serakah. Bakir selain berkorupsi ia juga berzina. Akhir cerita Bakir ditangkap oleh polisi di kantor pos saat mengirim uang untuk Sutijah yang berada di Bali. Alasannya bukan karena masalah korupsi tetapi karena uang yang dibawa Bakir adalah uang palsu. Uang itu berasal dari taoke, uang itu hasil korupsinya. Akhirnya Bakir membuka sendiri kesalahannya di kantor polisi. Sutijah pun juga ditangkap polisi karena dianggap mengedarkan uang palsu.
            Istri dan anak-anak Bakir menjenguknya dan memberinya dorongan dalam tahanan, meskipun telah lama ditinggal. Sirad asistennya juga mengunjunginya dan mengatakan bahwa kedudukan Bakir telah ada penggantinya, namun sepertinya orang itu juga berniat akan korupsi dan Sirad bertekad untuk memeranginya. Bakir tetap mendekam diantara empat dinding batu.