Senin, 08 Juli 2013

PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO PENDEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM


PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO PENDEK
TERHADAP KEMAMPUAN  MENULIS CERPEN
SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM

Putri Raflessia[1]
Maryaeni[2]
Sunoto[3]
Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang


ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian control group pre-test - post-test. Hasil penelitian ini adalah media video pendek berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom pada aspek penggambaran tokoh, pengembangan alur, pendeskripsian latar, dan pengembangan tema.

Kata Kunci: pembelajaran menulis, cerita pendek, media video pendek

ABSTRACT:
This research aim to know beneficial short video as a media in composing short stories the student grade  X SMA Negeri 1 Tanjunganom. This research is kind of experimental research with control group pre-test - post-test design. This result of research is short video media having for to ability composing short stories the student grade  X SMA Negeri 1 Tanjunganom in figuring aspect, setting description aspect, plot development aspect, and theme development aspect.
Key Words: write learning, short story, short video as a media

Pembelajaran sastra menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberikan ruang kepada siswa untuk berekspresi menuangkan pikirannya. Pokok bahasan pembelajaran sastra meliputi pembelajaran cerita pendek, dongeng, novel, drama, puisi dengan mengoptimalkan kemampuan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Salah satu keterampilan yang penting untuk diajarkan adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis harus diajarkan sejak dini karena seperti yang diungkapkan oleh Mujiran (2002:32) bahwa kebiasaan menulis bukan muncul karena pengalaman yang jatuh dari langit, melainkan berkembang melalui kebiasaan dalam hidup sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran menulis perlu diajarkan di sekolah.
Pada jenjang kelas X semester 2 terdapat salah satu kompetensi dasar (KD) menulis karangan berdasarkan pengalaman diri sendiri dan orang lain dalam cerpen. Membelajarkan keterampilan menulis cerita pendek bukan hal yang mudah, seperti yang diungkapkan Sumardjo (2004:43) bahwa cerita pendek yang baik bukan hanya soal bagaimana menceritakannya dengan baik tapi juga apakah yang diceritakan merupaka sesuatu yang baru, otentik, dan berguna bagi kemajuan martabat kita sebagai manusia. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan metode yang menarik dan dapat merangsang siswa untuk dapat menumbuhkan keterampilan menulis.
Strategi yang dapat dilakukan oleh guru agar siswa dapat lebih mudah dalam menulis cerita pendek pemodelan dari guru bagaimana cara menulis cerita pendek, guru menunjukkan proses kreatif menulis cerita pendek. Strategi lainnya yang dapat digunakan adalah menggunakan media pembelajaran selain guru sebagai media. Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, 2009) menerangkan bahwa media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Pengertian yang dikemukakan oleh Gerlach dan Ely dapat diartikan bahwa tidak hanya manusia atau guru di dalam kegiatan pembelajaran sebagai media belajar, tetapi juga teknologi di tempat belajar yang dapat membantu proses kegiatan pembelajaran lebih efektif. Sudjana (2002:2) mengungkapkan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran. Oleh karena itu adanya media pembelajaran akan mempengaruhi kualitas siswa dalam belajar.
Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis cerita pendek dapat berupa video pendek. Prastowo (2011:300) mengungkapkan bahwa video merupakan tayangan gambar bergerak yang disertai dengan suara. Video tidak hanya dapat digunakan sebagai hiburan atau sekadar tontonan, tetapi juga dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Media video dapat digolongkan sebagai media berbasis audio-visual. Arsyad (2009:148) mengungkapkan bahwa media audio visual harus menunjukkan sesuatu yang dapat menarik perhatian siswa dan selanjutnya harus berkelanjutan sambung-menyambung.
Cerita pendek adalah cerita yang memusatkan ceritanya pada satu tokoh dan diceritakan secara naratif serta relatif pendek. Sumardjo (2004:10) menyimpulkan bahwa cerita pendek harus berupa cerita atau narasi yang fiktif serta relatif pendek. Jingga (2012: 34) mengungkapkan bahwa cerpen merupakan cerita yang mengisahkan sebagian kecil aspek dalam kehidupan manusia yang diceritakan secara terpusat pada tokoh dan kejadian yang menjadi pokok cerita. Unsur pembangun cerita pendek adalah tema, latar, alur, sudut pandang, dan tokoh.
Penelitian serupa yang berkaitan dengan penggunaan media dalam pembelajaran menulis cerpen adalah (1) Pengaruh Penggunaan Media Komik Buta terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo (Fifiyanti, 2011), (2) Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen melalui Media Rekaman Lagu pada Siswa Kelas X-4 SMAN 2 Batu (Sofyan, 2012), (3) Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen berdasarkan Pengalaman Diri Sendiri melalui Strategi Mind Mapping Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 1 Talun (Pararuk, 2011)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan menulis cerpen. Kemampuan menulis cerpen pada penelitian ini didasarkan pada empat aspek, yaitu (1) kemampuan menggambarkan tokoh cerpen, (2) kemampuan mengembangkan alur cerpen, (3) kemampuan mendeskripsikan latar cerpen, dan (4) kemampuan mengembangkan tema cerpen.

METODE
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah  control group pre-test - post-test. Arikunto (2010:126) mengungkapkan bahwa dalam desain ini bertujuan untuk melihat perbedaan pencapaian antara kelompok eksperimen dengan pencapaian kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling yaitu pengambilan yang didasarkan pada kelompok. Kelas sampel merupakan kelas yang homogen, yang selanjutnya dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol melakukan pembelajaran tanpa media atau secara konvensional sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang melaksanakan pembelajaran menggunakan media video pendek. Pengambilan data dilaksanakan dengan memberikan pretes, perlakuan yang berbeda, dan postes pada masing-masing kelas.
Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom semester genap tahun ajaran 2012/2013. Jumlah seluruh kelas X adalah 8 kelas, yaitu kelas XA-XH. Jumlah seluruh siswa kelas IX sebanyak 280 siswa. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 60 siswa dari dua kelas.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Tes yang dilakukan berupa menulis cerpen. Pemberian tes dibantu dengan media yang digunakan yaitu media video pendek, perintah dan petunjuk menulis cerpen, dan rubrik penyekoran. Intrumen penelitian yang diberikan kepada kelas kontrol berupa perintah dan petunjuk menulis cerpen, sedangkan pada kelas eksperimen menggunakan media video pendek dan perintah serta petunjuk menulis cerpen.
Data penelitian ini berupa nilai berbentuk skor kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom yaitu meliputi  (1) skor menggambarkan tokoh dalam cerita pendek  selama pretes dan postes, (2) skor mengembangkan alur cerpen selama pretes dan postes, (3) skor mendeskripsikan latar cerpen selama pretes dan postes, dan (4) skor mengembangkan tema cerpen selama pretes dan postes.
Langkah pengumpulan data pada penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu (1) tahap pelaksanaan pretes menulis cerpen, (2) tahap pemberian perlakuan, (3) tahap pelaksanaan postes menulis cerpen. Prosedur analisis data pada penelitian ini dilakukan sebagai berikut, (1) mengelompokkan data berdasarkan hasil pretes dan postes (2) mengelompokkan data sesuai dengan aspek yang diteliti, (3) menyekor data dan menilai, serta membandingkan hasil pretes dan postes dengan persentase (4) memasukkan data dan menganalisisnya dengan program SPSS 16.0 for windows, untuk mengetahui normalitas data dengan nilai skewness dan menguji homogenitas data (5) mencari thitung  dan korelasi variabel dengan menguji data melalui uji-t, (6) menguji hipotesis dengan membandingkan thitung dan ttabel, dan (7) membuat kesimpulan apakah hipotesis diterima atau ditolak.



HASIL
            Pembelajaran menulis cerpen yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom menghasilkan deskripsi data seluruh  aspek cerpen. Perhitungan nilai dengan bantuan SPSS 16.0 menggunakan analisis statistik pada pretes siswa kontrol diperoleh mean sebesar 50.2780 dan kuadrat standar deviasi (simpangan baku) sebesar 6.73745. Sedangkan perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa eksperimen diperoleh mean sebesar 50.5557 dan kuadrat deviasi (simpangan baku) sebesar 6.73745.
            Perolehan nilai pada saat postes berbeda dengan pada saat pretes. Perhitungan nilai pada kelas kontrol diperoleh mean sebesar 57.2217 dan kuadrat standar deviasi 7.80935. Sedangkan perhitungan nilai pada kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 75.8343 dan kuadrat standar deviasi (simpangan baku) sebesar 16.28071.
Pengujian hipotesis berdasarkan uji-t yang telah dilakukan melalui data yang ada secara keseluruhan memiliki thitung > ttabel (5,646 >2,000). Berdasarkan analisis data tersebut, data kelas eksperimen lebih besar setelah diberikan perlakuan daripada kelas kontrol. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom diterima

Kemampuan Menggambarkan Tokoh Cerpen pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
            Pembelajaran menulis cerpen yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom menghasilkan deskripsi kemampuan menggambarkan tokoh cerpen sebagai berikut. Perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa kontrol diperoleh mean sebesar 1.4000 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.49827. Sedangkan perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa eksperimen diperoleh mean sebesar 1.4667 dan kuadrat deviasi sebesar 0.57135.
            Perolehan nilai pada saat postes berbeda dengan pada saat pretes. Perhitungan nilai pada kelas kontrol diperoleh mean sebesar 1.5333 dan kuadrat standar deviasi 0.57135. Sedangkan perhitungan nilai pada kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 2.2000 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.71438.
Pengujian hipotesis dalam menggambarkan tokoh cerpen adalah sebagai berikut.  thitung untuk kemampuan menggambarkan tokoh cerpen siswa adalah 3,992 sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,000. Berdasarkan data tersebut diketahui thitung > ttabel (3,992>2,000). Berdasarkan analisis data tersebut, data kelas eksperimen lebih besar setelah diberikan perlakuan daripada kelas kontrol. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan menggambarkan tokoh cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom diterima.

Kemampuan Mengembangkan Alur Cerpen pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
            Pembelajaran menulis cerpen yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom menghasilkan deskripsi kemampuan mengembangkan alur cerpen sebagai berikut. Perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa kontrol diperoleh mean sebesar 1.4667 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.57135 Sedangkan perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa eksperimen diperoleh mean sebesar 1.4000 dan kuadrat deviasi sebesar 0.56324.
            Perolehan nilai saat postes berbeda dengan saat pretes. Perhitungan nilai pada kelas kontrol diperoleh mean sebesar 1.8333 dan kuadrat standar deviasi 0.64772. Sedangkan perhitungan nilai pada kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 2.3000 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.59596.
Pengujian hipotesis dalam mengembangkan alur cerpen adalah sebagai berikut.  thitung untuk kemampuan mengembangkan alur cerpen siswa adalah 2,904 sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,000. Berdasarkan data tersebut diketahui thitung > ttabel (2,904>2,000). Berdasarkan analisis data tersebut, data kelas eksperimen lebih besar setelah diberikan perlakuan daripada kelas kontrol. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan mengembangkan alur cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom diterima.

Kemampuan Mendeskripsikan Latar Cerpen pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pembelajaran menulis cerpen yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom menghasilkan deskripsi kemampuan mendeskripsikan latar cerpen sebagai berikut. Perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa kontrol diperoleh mean sebesar 1.3000 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.53498. Sedangkan perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa eksperimen diperoleh mean sebesar 1.3667 dan kuadrat deviasi sebesar 0.55605.
            Perolehan nilai saat postes berbeda dengan saat pretes. Perhitungan nilai pada kelas kontrol diperoleh mean sebesar 1.5000 dan kuadrat standar deviasi 0.57235. Sedangkan perhitungan nilai pada kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 2.2333 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.62606.
Pengujian hipotesis dalam mendeskripsikan latar cerpen adalah sebagai berikut.  thitung untuk kemampuan mendeskripsikan latar cerpen siswa adalah 4,735 sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,000. Berdasarkan data tersebut diketahui thitung > ttabel (4,735>2,000). Berdasarkan analisis data tersebut, data kelas eksperimen lebih besar setelah diberikan perlakuan daripada kelas kontrol. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan mendeskripsikan latar cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom diterima.

Kemampuan Mengembangkan Tema Cerpen pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pembelajaran menulis cerpen yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom menghasilkan deskripsi kemampuan mengembangkan tema cerpen sebagai berikut. Perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa kontrol diperoleh mean sebesar 1.8667dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.68145. Sedangkan perhitungan nilai menggunakan analisis statistik pada pretes siswa eksperimen diperoleh mean sebesar 1.8333 dan kuadrat deviasi sebesar 0.74664.
            Perolehan nilai saat postes berbeda dengan saat pretes. Perhitungan nilai pada kelas kontrol diperoleh mean sebesar 2.0000 dan kuadrat standar deviasi 0.58722. Sedangkan perhitungan nilai pada kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 2.3667 dan kuadrat standar deviasi sebesar 0.49013.
Pengujian hipotesis dalam mengembangkan tema cerpen adalah sebagai berikut.  thitung untuk kemampuan mengembangkan tema cerpen siswa adalah 2,626 sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,000. Berdasarkan data tersebut diketahui thitung > ttabel (2,626>2,000). Berdasarkan analisis data tersebut, data kelas eksperimen lebih besar setelah diberikan perlakuan daripada kelas kontrol. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media video pendek terhadap kemampuan mengembangkan tema cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom diterima.

Taraf Signifikansi Korelasi Media Video Pendek dengan Kemampuan Menulis Cerpen
Korelasi media video pendek dan kemampuan menulis cerpen dalam penelitian ini dapat dilihat melalui uji korelasi pearson signifikan. Pada aspek penggambaran tokoh signifikansi korelasi pada pretes diperoleh nilai sebesar 0,632, sedangkan pada postes diperoleh 0,000. Pada aspek pengembangan alur diperoleh nilai sebesar 0,651, sedangkan pada postes diperoleh 0,005. Pada aspek pendeskripsian latar diperoleh nilai sebesar 0,638, sedangkan pada postes diperoleh 0,000. Pada aspek mengembangkan tema diperoleh nilai sebesar 0,857, sedangkan pada postes diperoleh 0,011.
Hasil uji korelasi Pearson tiap aspek menulis cerpen yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertama, korelasi antara tokoh dengan alur menunjukkan hasil 0,583, korelasi antara tokoh dengan latar menunjukkan hasil 0,509, korelasi antara tokoh dengan tema menunjukkan hasil 0,473. Kedua, korelasi alur dan tokoh menunjukkan hasil 0,583, korelasi antara alur dengan latar menunjukkan hasil 0,453, korelasi antara alur dengan tema menunjukkan hasil 0,909. Ketiga, korelasi latar dan tokoh menunjukkan hasil 0,509, korelasi antara latar dengan alur menunjukkan hasil 0,453, korelasi antara latar dengan tema menunjukkan hasil 0,273. Keempat, korelasi tema dan tokoh menunjukkan hasil 0,473, korelasi antara tema dengan alur menunjukkan hasil 0,909, korelasi antara tema dengan latar menunjukkan hasil 0,273.

PEMBAHASAN
Penelitian yang telah dilakukan menggambarkan bahwa terdapat pengaruh penggunaaan media video pendek terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom. Pengaruh itu dapat dilihat dari data kelas eksperimen lebih besar daripada data kelas kontrol.

Pengaruh Penggunaan Media Video Pendek terhadap Kemampuan Siswa Menggambarkan Tokoh Cerpen
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen kemampuan siswa dalam menggambarkan tokoh sudah cukup baik. Siswa mampu mengembangkan tokoh dalam video pendek menjadi  Terdapat 11 siswa (36,67%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 14 siswa (46,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 5 siswa (16,67%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Siswa mampu menggambarkan tokoh dari segi penggambaran watak, fisik, dan dan kelengkapan tokoh berdasarkan tokoh-tokoh di dalam video pendek.
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol kemampuan siswa dalam menggambarkan tokoh masih kurang. Terdapat 1 (3,33%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 14 siswa (46,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 15 siswa (50%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Siswa cenderung hanya menggunakan dua tokoh dan tidak menggambarkan kondisi fisik tokoh. Cerpen siswa kontrol cenderung menggambarkan tokoh utama sebagai tokoh yang sempurna. Media video pendek sebagai media dalam memberi perlakuan pada kelas eksperimen. Siswa mengawali menulis cerita pendek dengan merencanakan tokoh dan penokohan di dalam cerpen. Video pendek membantu siswa untuk memperoleh gambaran watak dan fisik tokoh serta jumlah tokoh yang ada di dalam cerpen. Siswa dapat menentukan tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. Siswa telah mampu menggambarkan fisik tokoh berdasarkan media video pendek. Siswa juga mampu menggambarkan watak dalam video pendek dari peranannya di dalam cerpen. Adanya peranan juga membuat siswa mampu menggambarkan tokoh lengkap di dalam cerpen. Penggunaan media video pendek berpengaruh terhadap penggambaran tokoh di dalam cerpen siswa.
Cerpen yang diciptakan siswa mampu menggambarkan watak tokoh secara analitik dengan menggambarkan ciri fisik dan wataknya secara langsung. Penggambaran tokoh mampu membuat pembaca mengimajinasikan dengan baik tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen. Hal ini sesuai dengan pernyataan Suroto (1989:92) mengungkapkan bahwa penggambaran tokoh atau penokohan berhubungan dengan watak dan kepribadian tokoh yang ditampilkan. Melukiskan atau menggambarkan watak tokoh dalam cerita secara analitik berarti pengarang menjelaskan atau menceritakan secara terinci watak-watak tokohnya.
Berdasarkan hasil analisis data mengenai penggambaran tokoh cerpen pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan terdapat pengaruh video pendek yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menggambarkan tokoh cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom.

Pengaruh Penggunaan Media Video Pendek terhadap Kemampuan Siswa Mengembangkan Alur Cerpen
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen kemampuan siswa dalam mengembangkan alur sudah cukup baik. Terdapat 11 siswa (36,67%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 17 siswa (56,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 2 siswa (5,55%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Sebagian besar siswa kelas eksperimen yang telah mendapatkan perlakuan dengan media video pendek mampu menulis dengan alur yang lengkap dan mampu mengembangkan alur serta mengkreasikannya.
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol kemampuan siswa dalam mengembangkan alur masih kurang. Terdapat 4 (13,33%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 17 siswa (56,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 9 siswa (30%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Pengembangan alur tidak digambarkan dengan lengkap, kebanyakan cerita datar dan tidak terjadi konflik sama sekali atau ada bagian alur yang hilang.
Media video pendek dapat membantu siswa untuk memberi gambaran peristiwa sehingga siswa dapat mengembangkan alur dengan lengkap. Siswa juga dapat menambahkan atau mengurangi peristiwa di dalam video pendek untuk mengkreasikan alur serta memilih alur maju, mundur, atau campuran. Pada data kemampuan mengembangkan alur kelas eksperimen, siswa mampu menulis dengan alur yang lengkap, ada bagian awal, tengah, dan akhir cerita.  Hal itu sesuai dengan pendapat Stanton (2007:28) yang menyatakan bahwa alur hendaknya memiliki bagian awal, tengah, dan akhir yang nyata. Jabrohim, Anwar, dan Sayuti (2003:111) juga mengungkapkan bahwa struktur alur sering disusun atas tiga bagian yaitu, awal, tengah, dan akhir.
Pengembangan di dalam cerpen berdasarkan video pendek agak rumit dibandingkan penggambaran tokoh dan pendeskripsian latar. Hal itu dikarenakan pada pengembangan alur harus memberikan penekanan-penekanan konflik. Siswa seringkali tidak membuat hubungan sebab akibat dan hanya memunculkan konflik yang sederhana tanpa penyelesaian konflik tersebut. Akan tetapi, alur lengkap sederhana sudah berhasil siswa kembangkan berdasarkan video pendek yang digunakan sebagai media.
Berdasarkan hasil analisis data mengenai pengembangan alur cerpen pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan terdapat pengaruh video pendek yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mengembangkan alur cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom.

Pengaruh Penggunaan Media Video Pendek terhadap Kemampuan Siswa Mendeskripsikan Latar Cerpen
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen kemampuan siswa dalam mendeskripsikan latar sudah cukup baik. Terdapat 10 siswa (33,33%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 17 siswa (56,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 3 siswa (10,00%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Sebagian besar siswa kelas eksperimen yang telah mendapatkan perlakuan dengan media video pendek mampu mendeskripsikan latar dengan baik dan tepat.
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol kemampuan siswa dalam mendeskripsikan latar masih kurang. Terdapat 1 (3,33%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 13 siswa (43,33%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 16 siswa (53,33%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Deskripsi alur pada cerpen kelas kontrol pada saat postes masih sangat kurang, siswa cenderung tidak mengungkapkan latar waktu dan tempat dengan jelas, hanya latar suasana yang tampak dari hasil menulis cerpen.
Pendeskripsian latar di dalam cerpen berdasarkan video pendek lebih mudah dibandingkan dengan pengembangan alur dan pengembangan tema. Hal itu dikarenakan pada pendeskripsian latar dapat dilihat secara jelas pada video pendek. Siswa cenderung memasukkan latar sesuai dengan media video pendek, tetapi ada pula siswa yang menambah latar untuk mendukung cerpennya.
Media video pendek mampu memberikan gambaran mengenai latar waktu, tempat, dan suasana sehingga siswa dapat mendeskripsikannya berupa deskripsi langsung ataupun dialog antar tokoh. Melalui gambaran dalam video pendek siswa dapat mendeskripsikan latar cerpen melalui tulisan secara detail dan menampilkan suasana yang dapat membangkitkan perasaan pembaca.
Hal itu sesuai dengan pendapat Stanton (2007:36) bahwa atmosfer dalam cerpen bisa merefleksikan suasana jiwa sang karakter atau sebagai salah satu bagian dunia yang berada di luar diri sang karakter. Selain itu juga sesuai dengan pendapat Jingga (2012:36) bahwa latar tidak hanya berfungsi untuk menunjukkan tempat dan waktu cerita tetapi juga nilai-nilai yang ingin diungkapkan dalam cerita.
Berdasarkan hasil analisis data mengenai deskripsi latar cerpen pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan terdapat pengaruh video pendek yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan latar cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom.

Pengaruh Penggunaan Media Video Pendek terhadap Kemampuan Siswa Mengembangkan Tema Cerpen
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen kemampuan siswa dalam mengembangkan tema sudah baik. Terdapat 11 siswa (36,67%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 19 siswa (63,33%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 0 siswa (0%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang.
Berdasarkan data postes menulis cerpen siswa dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol kemampuan siswa dalam mengembangkan tema cerpen sudah cukup. Terdapat  5 siswa (16,67%) mendapatkan skor maksimal 3 yang berarti berkategori baik, 20 siswa (66,67%) mendapatkan skor 2 yang berarti cukup baik, dan hanya 5 siswa (16,67%) mendapatkan skor 1 yang berarti kurang. Tema cerpen kurang tersirat pada isi cerita serta tema dalam video pendek kurang diaplikasikan dengan baik.
Siswa kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan menggunakan media video pendek dapat mengembangkan tema cerpen di dalam video pendek ke dalam cerpen yang ditulisnya. Siswa mampu mengayakan dengan memunculkan konflik sesuai dengan tema dalam video, tokoh-tokoh, awal dan akhir ceritanya. Pada data kemampuan mengembangkan isi cerpen kelas eksperimen cerpen pada kelas eksperimen lebih menarik, sesuai dengan tema dan mampu menggambarkan gagasan secara naratif dengan baik. Tema cerpen dikembangkan menjadi isi cerpen yang runtut dan sesuai dengan realitas sekalipun cerpen adalah fiksi. Hal itu senada dengan pendapat Sumardjo (2004:9) ciri esensi cerpen adalah sifatnya yang naratif. Cerita pendek harus berbentuk naratif dan pendek. Meskipun cerpen merupakan fiksi, tetapi ia harus berdasarkan realitas. Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Aksan (2011:74) meskipun fiksi, penulisan cerpen juga harus memperhatikan logika.
Berdasarkan hasil analisis data mengenai pengembangan tema cerpen pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan terdapat pengaruh video pendek yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mengembangkan tema cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom.



SIMPULAN
Simpulan penelitian ini adalah penggunaan media video pendek berpengaruh terhadap (1) penggambaran tokoh di dalam cerpen sehingga menjadi lebih kaya dan dapat digambarkan dengan baik sesuai dengan watak dan fisik tokoh serta peranannya, (2) pengembangan alur cerpen menjadi lebih kaya dan dapat digambarkan dengan penambahan konflik yang baik, (3) pendeskripsian latar cerpen menjadi lebih kaya dan dapat digambarkan dengan penambahan latar suasana melalui kejadian-kejadian di dalam cerpen, dan (4) pengembangan tema cerpen dikembangkan menjadi isi cerita yang jelas dan sesuai dengan media video pendek.
Kesimpulan itu didasarkan pada pengujian hipotesis dengan uji-t yang menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel  pada setiap aspek. Uji-t pada kemampuan menulis cerpen pada aspek menggambarkan tokoh menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel  yaitu 3,992>2,000. Uji-t pada kemampuan menulis cerpen dari aspek alur menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel  yaitu 2,904>2,000. Uji-t pada kemampuan menulis cerpen dari aspek latar menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 4,735>2,000. Uji-t pada kemampuan menulis cerpen dari aspek tema cerita menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,626>2,000.

SARAN
            Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti memberikan saran bagi beberapa pihak. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai masukan untuk memanfaatkan media video pendek dalam pembelajaran menulis cerpen. Kedua, kepada siswa agar mampu lebih belajar memadatkan cerita agar uraian yang tidak terlalu penting dikurangi. Siswa diharapkan mampu fokus terhadap konflik tokoh utama sehingga dapat mengembangkan masalah dengan baik. Ketiga, bagi peneliti lanjutan diharapkan dapat menggunakan media video pendek untuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang lain, seperti menulis naskah, drama, puisi, cerita pengalaman orang lain, dongeng. Peneliti lain juga dapat menggunakan media lain untuk pembelajaran menulis cerpen.

DAFTAR RUJUKAN
Aksan, H. 2011. Proses Kreatif Menulis Cerpen. Bandung:  Nuansa.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, A.2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Fifiyanti, G. 2011. Pengaruh Penggunaan Media Komik Buta terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FS UM.
Jingga. 2012. Yuk Menulis Yuuuk: Diary, Cerpen, Puisi, & Naskah Drama.
Jabrohim, Sayuti, S. A., dan Anwar, C. 2003. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mujiran, P. 2002. 10 Tahun Belajar Menulis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pararuk, I.N. 2011. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen berdasarkan Pengalaman Diri Sendiri melalui Strategi Mind Mapping Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 1 Talun.  Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FS UM.
Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Sofyan, B. 2012. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen melalui Media Rekaman Lagu pada Siswa Kelas X-4 SMAN 2 Batu.  Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FS UM.
Stanton, R. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sumardjo, J. 2004. Seluk Beluk dan Petunjuk Menulis Cerita Pendek. Bandung: Pustaka Latifah.
Suroto.1989. Teori dan Bimbingan: Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Sudjana, N. dan Ahmad R. 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.


[1] Putri Raflessia adalah mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2009 Universitas Negeri Malang. Artikel ini diangkat dari skripsi dengan judul yang sama program sarjana pendidikan.
[2] Maryaeni adalah Dosen Jurusan Sastra Indonesia.
[3] Sunoto adalah Dosen Jurusan Sastra Indonesia

Minggu, 13 Januari 2013

TEATER SINEMA

-->
Oke Lophly girl banyak dari kalian pastinya pernah nonton sinema atau nonton pilem. Entah nontonnya di gedung bioskop, di laptop, di TiVi, atau mungkin Layar tancep yang bentangan kainnya bisa buat bungkus orang mati (emang kain kafan). Pilem bukan akronim dari Pil=obat dan lem=perekat yg punya sifat lengket. Ya walaupun kebanyakan orang yang lagi nonton pilem (apalagi kalau sama pasangannya) pasti lengket. Nggak tau kenapa tangannya seakan-akan di lem sehingga nggak bisa lepas satu sama lain (sumpah ini bukan gue). Ini sih pengalaman gue waktu nonton pilem sendirian dan depan, samping kanan, samping kiri, belakang, dan bawah gue semuanya pasangan yang telah meminum PILEM (Obat Lengket).
So nggak usah diterusin maslah lengketnya tangan beberapa pasangan yang bikin saya melongo. Kalau lihat pilem itu udah biasa, gimana dengan lihat teater? Bagi kalian yang suka sama sastra, penggila sastra, pemeluk sastra pasti suka nonton teater, drama, atau seni peran lainnyalah yang bikin suasana jadi gimana gitu. Teater nggak kalah kok sama pilem, bedanya teater ini LIVE jadi nggak ada tuh cut n ulang adegan, sekali salah ya salah, tapi pemainnya bisa improve buat nutupin.
Naaaaah….Lophly Girl gimana kalau Teater dan Sinema digabungin jadi satu. Udah pernah lihat? Kali ini komunitas Lentera Sastra bakalan memberi gebrakan baru di kancah hiburan sastra yaitu teater sinema (TS). TS kali ini mengusung cerita yang berjudul Suara Hati Angraeni. Dimana kesetiaan cinta akan diuji walau harus mempertaruhkan diri. Buat kalian yang mau nonton pemutaran pilem plus LIVE Teaternya InsyaAllah bisa menyaksikannya pada  tanggal 30 Januari 2013 di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang.
Ini nih Trailer Pilemnya (buka link-nya yaa)….Selamat menyaksikan.

http://www.youtube.com/watch?v=AzDFBh8K6kQ&feature=youtu.be


Sabtu, 07 Juli 2012

NOSTALGILA CEMALCEMIL


Lophly....Loe loe semua pasti pernah ngrasain masa kanak-kanak. Masa dimana loe nggak mikirin yang namanya politik, yang namanya pacaran, yang namanya korupsi, ato hal-hal lainnya yang memang nggak pernah dipikirin oleh otaknya anak-anak. Gue inget banget waktu gue masih anak-anak gue hanya mikirin yang namanya jajan….jajan…. en jajan… yaaa nggak sepenuhnya jajan sih bersosialisasi juga sangat penting (baca: main sama anak tetangga).
Loe inget nggak jajan yang paling loe suka sewaktu masih kecil. Kalau gue sih suka semua jajan waktu gue kecil. Dan mungkin karena itulah tubuh gue jadi sesexy (baca: gendut) gini sekarang. Tapi sayangnya jajan-jajan jaman dulu tuch kebanyakan kagak diproduksi lagi. Padahal gue pengen banget nostalgila kalau nemuin jajan-jajan itu.
Gue list saja yooo jajan-jajan masa lalu yang udah jarang banget kita temuin atau barangkali emang udah kagak ada.
1.      Anak Mas
Loe masih inget nggak merk mie kremes yang bisa langsung dimakan dengan bungkus berwarna merah dan bergambar dua kepala cowok ‘n cewek? Merk mie itu tidak lain, dan tidak bukan adalah ANAK MAS. Gue masih inget banget gimana sensasinya makan jajan yang satu ini, kriuuuk….kriuuuuk….plus asiiin di akhir karena bumbunya berjubel di bawah. Eeehm…pengen deh ngrasain Anak Mas lagi. Bagi elo yang lupa sama kemasan Anak Mas!!!

2.      Boyki
Boyki juga salah satu merk e-mie yang udah lama banget. Kemasannya warnanya oranye…loe inget nggak. Kaya’ gini nieh!!!!

Sekarang inget nggak??? Kalau jajan yang satu ini gue masih bisa menjumpainya di took depan kos-an gue. Harganya gopek tapi isinya sangat…sangat…sangat…menyusut. Sumpah loe bakalan kurang kalau cuma beli satu saja!!!!
3.      Mie Gemez
Kalau mie yang satu ini gue suka karena kemasannya warnanya biru,,,eh yang pink juga ada dink!! Gambarnya kepalanya BOBOHO…mungkin pada waktu itu mas Bobo lagi tenar yaa…kalau sekarang ‘kan Mas Bubu’ yang tenar hehehe…

Kalau mie ini sih kaya’nya masih ada tapi udah ganti kemasan jadi kaya’ gini!
4.      Fujimie
Mie dengan kemasan kecil yang dijual waktu gue masih kecil ini membuat gue punya pengalaman jajan yang menyenangkan<== Lebai. Sensasi menyenangkan itu gue dapet karena harganya yang murah yaitu seratus rupiah alias cepek. Kalau sekarang masih ada pasti gue borong (Asal harganya teteeeep). Gue inget kemasannya berwarna coklat dan berukuran kira-kira 7x7 cm. Sekarang kayaknya udah kagak diproduksi lagi deeeh. Gue nemuin gambar ini tapi kaya’nya ini adalah kemasan baru fujimie dan gue belum nemuin wujud nyatanya di took manapun.

5.      Mie Kremezz
Mungkin bisa disebut mie…pok..pok karena gambar kemasannya adalah ayam. Mie ini sekarang juga udah nggak dilaunchingkan lagi…kenapa siiih????

6.      Minuman bermerk GOGO
Masih inget nggak loe? Gue sih samar-samar,,,pokoknya minuman init u adalah minuman buah mungkin kalau sekarang seperti buavita. Kemasannya biasanya tergantung rasa buahnya dan kira-kira ukuran kemasannya itu 9x11 cm. Masih ada nggak ya?
7.      Jari-jari
Jajan yang satu ini selalu menawarkan hadiah berupa kuku pasangan. Gue masih inget jajannya itu berbentuk panjang mirip twistko dan rasanya juga jagung bakar. Warna kemasannya biru kaya’ gini niii!!!

8.      Twistko
Kalau yang satu ini emang masih ada banyak dan udah berganti kemasan dari yang dulunya

Menjadi yang kaya’ gini!

9.      Permen Dreamy
Cemalcemil permen coewy dan asik. Eeemmm jadi pengen ngrasain lagi. Gue googling dan nemu gambar ini…makasih ya buat alibaba dotcom

10.  Yosan
Permen karet masa kecil gue!

11.  Nyam-Nyam
Gue sempet ngempet karena snack ini nggak bisa gue nikmatin setiap gue pengen. Snak ini tergolong snack yang nggak murah…jaman dulu jika dibandingkan dengan Fujimie.


Sumpah gue pengen banget Nostalgila sama snack-snack ato jajan ini semua. Gue pengen cemalcemil lagiiiiii!!!!!Kalo mungkin seandainya orang dari perusahaan yang memproduksi secara tidak sengaja terperosok, nyemplung, terseret masuk ke dalam irea rafles cuap-cuap dan membaca angan-angan, impian, serta cita-cita mulia gue ini mungkin bisa mewujudkannya dengan cara memproduksinya lagi.

Sabtu, 03 Desember 2011

DEADLINE

Deadline==> dead= mati, line= garis

Hadeeh jangan main-main sama ini garis atau kamu bakalan ditelan mentah-mentah.garis ini diam-diam menghanyutkan, dia nggak akan pandang bulu mau mematikan siapa. Mau bulu loe item, putih, kuning, merah dia kagak bakalan peduli. Deadline erring bikin orang nangis darah, bisa bikin orang migren sampe’ pengen minum Jus jeruk (apa hubungannya?) biar seger aja sob!!!Deadline ini ditakuti semua kalangan dari anak sekolah, mahasiswa, orang kerja, pengusaha, apa pun lah jenisnya. Hebat banget si deadline…tar kalo punya anak kasih nama DEADLINE aja!!!

Ini hanya sekadar iseng-iseng karena gue lagi dikejar-kejar deadline, emang ge cantik sih. Aduh deadline gue udah punya cinta yang lain, jangan kejar-kejar gue terus donk!!!! Hahahah <== khayalan orang setres!!

Sumpah gue belom megang tugas buat dikerjain eh malah terjerumus pada kecintaan gue dengan pesbuk, tuwiter, dan YeeM. KELABAKAN!... gini nih perasaan orang yang dikejar deadline tapi terjerumus ke situs yang paling dibenci sama deadline. Mau gimana lagi orang tugas banyak banget dan DEADLINE nya bersamaan, sampe’ bingung mau ngerjain yang mana dulu.

Berdasarkan hasil survey di dapat!

1. Kerjakan yang loe bisa dulu (kalau gue sih bisa semua…tapi males #sombong)

2. Kerjakan yang penting dahulu (penting semua boozz…biar lulus ini)

3. Kerjakan yang pengen dikerjakan (nggak Pengen ngerjain tugas!!!)

Kan alasan tuuuh adda aja!!!

Begooo!!! Malah pengen jalanjalan, malah pengend lari dari depan laptop, malah pengen SMS-an nggak jelas, pengend nonton pilem aja. Pikiran yang bikin gue pengen selingkuh dari yang namanya DEADLINE. Buat loe jangan pernah punya pikiran kaya’ gue! Kalau punya pikiran yang sama ayo jalan bareng!!! Hahahahah

Udah ah…ngoceh mulu, gue mau pacaran dulu sama Deadline kalau nggak gue bakalan digantung ma dia. Dia tipe pacar yang sangat arogan, angkuh, dan mau menang sendiri. Buat kalian yang juga pacaran sama deadline SEMANGAT YAAAA!!!!!